AS pun tidak terima atas kejadian itu. Secara resmi, pemerintah AS mengajukan komplain atas insiden tersebut dan menyebutnya tidak dapat ditoleransi.
"Pesannya sangat jelas, situasinya tidak dapat ditoleransi. Mereka (pemerintah Serbia) harus bertindak cepat untuk mengerahkan pasukan keamanan sehingga kompleks kedubes dan warga negara kita tidak diserang," kata diplomat dari Departemen Dalam Negeri AS Nicholas Burns seperti dilansir AFP, Jumat (22/2/2008).
Jubir Depdagri AS Sean McCormack mengatakan, Burns sudah memanggil PM Serbia Vojislav Kostunica dan Menlunya Vuk Jeremic untuk dimintai penjelasan. Namun belum diketahui hasil pertemuan itu.
McCormick juga membenarkan adanya penemuan mayat gosong di bangunan kompleks Kedubes AS yang terbakar. Tetapi McCormick bersikukuh saat penyerangan terjadi, staff kedubes warga negara AS sudah tidak ada di lokasi.
Penyerangan tersebut berkaitan dengan deklarasi kemerdekaan Kosovo dari Serbia. AS adalah satu di antara banyak negara yang mendukung kemerdekaan Kosovo.
(gah/ptr)











































