"Sejak kemarin, bantuan sudah dikirim berupa 10 ton beras oleh Dinas Sosial Nanggroe Aceh Darussalam," kata Wakil Gubernur NAD, Muhammad Nazar di Banda Aceh, NAD, Kamis (19/2/2008).
Nazar dan jajarannya hari ini bertolak ke Simeulue untuk melihat langsung kondisi pascagempa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nazar menjelaskan, kebutuhan korban yang paling mendesak adalah tenda pleton, beras, selimut, dan peralatan dapur.
Hingga pukul 16.30 WIB, Dinas Sosial NAD melansir 3 orang tewas dan 47 orang luka-luka. Dua korban tewas berasal dari Kecamatan Simeulue Timur, satu korban lainnya adalah warga Kecamatan Teupah Selatan. Sementara itu, sebagian korban yang mengungsi berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing.
"Masyarakat yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumahnya. Sedangkan yang rumahnya rusak, mengungsi ke tempat yang aman," kata Nazar.
Akibat gempa 7,3 skala Richter itu, 8 unit rumah rusak berat. Gempa juga merusak dermaga, 4 gedung madrasah ibtidaiyah negeri, 2 gedung SLTP, 1 gedung SLTA, 3 rumah ibadah, 1 rumah sakit, dan 11 unit perkantoran.
Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Simeulue Barat. Sedangkan korban luka-luka berasal dari Kecamatan Simeulue Timur.
(ray/fiq)











































