"Kita perketat lalu lintas ternak dan di pintu-pintu masuk itu sudah ada petugas yang jaga supaya unggas dari luar Sumsel tidak masuk ke daerah ini," kata Kepala Dinas Peternakan Sumsel, Hasjal Fauzi, di kantor pemerintah Sumsel, Jl Kapten A Rivai Palembang, Kamis (21/2/2008).
Menurut dia, pintu-pintu masuk Sumsel itu yakni Surolangun Rawas, Kayuare Bengkulu, Ulu Musi, Masuji, Senawar Jambi dan Bom Baru arah provinsi Bangka Belitung (Babel).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, kalau bisa ayam dari luar itu jangan masuk ke Sumsel, karena ayam di daerah ini populasinya banyak, bahkan daerah ini mengirim ke Jakarta dan Babel begitu pula dengan telur ayam.
Sementara mengenai banyaknya ayam yang mati mendadak di sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel, ia menyatakan, setiap perubahan musim dari penghujan ke musim kemarau terjadi kematian apabila ayam tidak divaksin dengan ND dan flu burung, karena perubahan cuaca.
Dia menjelaskan, kasus kematian ayam di Martapura, OKU Timur sampelnya sudah dikirim ke balai penyelidikan penyakit veterinery regional III Bandar Lampung, dan hasilnya sudah diketahui bahwa kematian ayam itu akibat terkena tetelo, sedangkan di Muara Enim dan Lahat sampelnya sedang dikirim ke Lampung.
Jadi, untuk daerah Muara Enim dan Lahat ini belum diketahui, masih menunggu hasil dari Lampung, sedangkan Prabumulih dan Kota Pagaralam sampelnya juga dikirim ke Lampung dan biasanya paling lama satu minggu hasilnya sudah bisa diketahui, tuturnya.
Mengenai berapa total unggas yang mati di Sumsel, ada sekitar 417 ekor. Pada tahun 2008 vaksin flu burung yang dianggarkan sebanyak 1,2 juta dosis, sedangkan tahun 2007 lalu sebanyak 1,4 juta dan sudah direalisasikan seluruhnya ke kabupaten dan kota di Sumsel. Populasi ayam buras pada tahun 2007 di Sumsel tercatat sekitar 33 juta ekor yang terdiri atas ayam buras 11.929.000 ekor, ayam ras petelur 5.157.000 ekor dan ayam ras pedaging sebanyak 15.914.000 ekor yang tersebar di kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Sementara itu, didapatkan kabar sekitar 1.000 bangkai ayam yang diduga terjangkit virus flu burung di Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, diamankan. Dua pintu masuk ke kota itu juga dijaga ketat petugas.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Pagaralam, Safrin Tiap, kepada pers, melalui telepon, mengatakan dua tempat itu adalah arah masuk dari Kota Lahat menuju Pagaralam, tepat di Dempo Selatan. Di kantor Polsek di Dempo Selatan, ayam-ayam yang akan masuk ke Pagaralam dicek surat dan kelengkapan lainnya, lalu disterilkan dengan desinfektan.
(tw/ana)











































