Anggota komplotan Kapak Merah ini pun menyerah tanpa perlawanan. Dia ketakutan melihat polisi mengeluarkan pistol untuk menangkapnya.
Rendy dicokok saat tengah beraksi di pertigaan Taman Ria Senayan, Jakarta, Kamis (21/2/2008) sekitar pukul 11.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian kaget karena tiba-tiba ada 2 pria yang menghampirinya dari sisi kanan dan kiri. Apalagi keduanya langsung mengacungkan kapak merah ke arah jendela mobilnya sampai memberi aba-aba agar dia menyerahkan HP miliknya. Karena ketakutan Dian menyerahkan ponsel Nokia 2600 yang diletakkan di pangkuannya.
Namun ketika hendak kabur setelah berhasil menggondol HP korbannya, keduanya dipergoki petugas Jatanras Polda Metro Jaya yang sedang melintas di lokasi tersebut.
"Petugas langsung mengejar kedua pelaku sambil meletuskan tembakan peringatan. Satu orang tertangkap," ungkap Kasat Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Fadil Imran kepada wartawan di Mapolda, Jalan Gatot Soebroto.
Kepada petugas, Rendy mengaku sejak putus sekolah dia memilih mengamen di jalan hingga ikut komplotan Kapak Merah yang sedang menebar aksi kejahatan di perempatan-perempatan jalan.
Dia mengaku hasil merampoknya digunakan untuk foya-foya. Dari tangan Rendy, petugas menyita HP milik Dian.
(umi/nrl)










































