Mereka adalah Syaiful, Amma Yassin, Suryadi, dan Fredy Manurung. Sudah puluhan kali keempatnya melakukan aksi copet di bus metro mini. Dan selama itu pula, aksinya selalu berjalan mulus. Sebab mereka dikenal lihai dan lincah bak tupai.
Tapi keempatnya akhirnya jatuh juga pada aksi yang kesekian kalinya. Mereka dibekuk saat beraksi di sebuah metro mini 24 jurusan Senen-Tanjung Priok yang melintas di depan Masjid Istiqlal, Jalan Pintu Air, Jakarta Pusat, pada 16 Februari lalu.
"Mereka memang beraksi pada jam sibuk agar tidak ketahuan," kata Kasat Jatanras AKBP Fadil Imran di Polda Metro Jaya Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (21/2/2008).
Fadil mengatakan, gerombolan ini biasanya melakukan aksinya pada pagi hari pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Kemudian dilanjutkan pada sore hari mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
"Sasaran mereka biasanya handphone dan dompet," kata Fadil.
Akibat aksi kriminalnya itu, keempatnya kini harus rela tidak bisa 'melompat-lompat' lagi karena harus meringkuk di balik terali besi.
(rmd/sss)











































