Mati Lampu! Bencana Alam?

Mati Lampu! Bencana Alam?

- detikNews
Kamis, 21 Feb 2008 07:44 WIB
Mati Lampu! Bencana Alam?
Jakarta - Sekarang ini istilah 'bencana alam' sedang tren. Penutupan Bandara Soekarno-Hatta pada 1 Februari 2008 selama 5 jam lalu adalah akibat bencana alam, yaitu hujan yang memicu banjir.

Lalu lumpur Lapindo oleh tim bentukan DPR (TP2LS) disebut sebagai bencana alam. Selanjutnya gempa 7,3 SR yang terjadi di Sinabang, Aceh, pada Rabu kemarin disebut bencana alam.

Sekarang, terjadi pemadaman listrik bergilir di Jawa, apesnya, lagi-lagi berujung pada istilah "bencana alam". PLN menuding cuaca buruk sebagai biang keroknya. Cuaca buruk menyebabkan pasokan bahan bakar pada sejumlah pembangkit listrik tidak lancar sehingga terjadilah keadaan darurat listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuza, warga Depok, yang menjadi korban mati lampu pada Rabu malam tak habis pikir pada masalah yang satu ini.

Dia menulis pada redaksi detikcom, "Ketidakmampuan pemerintah dalam menangani berbagai problematika bisnis, seperti managemen keamanan dan supply chain, seakan terabaikan jika sesuatu kesalahan manusia disangsikan sebagai bencana alam. Tol kerendam banjir = bencana alam. Lumpur porong Sidoarjo = bencana alam. Mati lampu = bencana alam. Apakah sekarang SDM yang kurang berkualitas bisa disamakan dengan bencana alam?"

Dia menyambung, "Sekarang - saat ini pada saat tulisan ini ditulis, warga Depok harus puas tidak dipasok listrik oleh PLN. Lautan yang ganas pun menjadi "bencana alam" bagi pasokan batubara pembangkit listrik di pulau Jawa. Bukan tidak mungkin daerah lain akan merasakan mati lampu yang sebagian warga Depok sedang rasakan," bebernya.

"Sebuah unek-unek warga, ditulis di BlackBerry, diperkuat oleh sinyal Indosat yang menggunakan genset," tutup Yuza.

Apakah daerah Anda mati lampu hari ini? PLN Disjaya menjadwalkan mati lampu di daerah ini: (nrl/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads