Awalnya pada pekan lalu, buruh bangunan yang sedang bekerja membuat kolam renang di rumah Yoseph, menemukan sebuah granat saat sedang menggali tanah.
Mereka tak curiga sedikit pun. Bahkan granat ini dijadikan mainan dengan dilempar-lempar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi ini, Rabu (20/2/2008), buruh bangunan kembali menemukan sebuah granat lainnya di kedalaman 2 meter, dan masih bercampur dengan lumpur. Mereka pun kembali memainkan benda kecil itu.
Sekitar pukul 16.00 Wita, buruh bangunan menawarkan granat mainan tersebut ke seorang pemulung. Namun si pemulung melarang mereka memainkan benda kecil berwarna hijau karena berbahaya.
Mendengar pernyataan pemulung, si buruh bangunan bergegas melaporkan penemuan benda ini ke Brimob yang sedang bertugas di Konsulat Australia.
Tentu saja penemuan benda tersebut menggegerkan polisi. Maklum saja dalam sepekan Denpasar sudah diteror ledakan sebanyak 3 kali.
Satu unit Tim Gegana Polda Bali, yang dipimpin Kepala Sub Detasemen Gegana Polda Bali, AKP Ketut Alit S, datang dengan peralatan lengkap ke TKP pukul 17.00 Wita.
Mereka yang mengenakan rompi ini langsung memasang police line. Kemudian benda kecil ini langsung diambil sesuai dengan prosedur. Bahkan wartawan yang hendak meliput pun tak diperkenankan mendekat.
Ketegangan semakin memuncak saat mereka kesulitan menemukan granat lainnya yang sudah tertimbun tanah.
"Bagaimana, kita bawa saja ke Brimob," kata Alit pada saat itu.
Dengan tergesa-gesa mereka membawa granat yang berlumuran tanah basah.
Menurut Alit, pengambilan benda harus sesuai prosedur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kita memutuskan untuk membawa granat ke Markas. Sampai di Markas diteliti kemudian dibersihkan," imbuh dia.
Namun mereka hanya bisa tersenyum kecut saat melihat granat itu hanya sebuah mainan yang terbuat dari plastik dan sangat ringan.
"Sudah jauh-jauh sampai sini ternyata plastik. Itu pun untuk korek api. Kita kecewa dan ketawa," kata Alits.
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol AS Reniban menjelaskan granat mainan ini diduga tertanam saat pembuatan rumah.
"Ini adalah plastik berbentuk granat yang kemungkinan tertimbun saat pembanguan rumah," pungkas dia.
(mly/mly)











































