Peristiwa mengenaskan ini terjadi di rumah kontrakan Jamal, di Jl Swadaya RT 09/04 Pejaten Barat, sore (2O/2/2008). Jamal yang asli Sukabumi ini rupanya sudah gelap mata, nafsu diubun-ubun sudah tidak bisa ditahannya lagi. Sedang istrinya tinggal di kampung halaman.
Akhirnya, entah setan mata yang merasuki dirinya, dia pun melampiaskan nafsu bejatnya ke anak tetangga kontrakannya, sebut saja Vina.
"Saya sudah pingin melampiaskan birahi. Tapi, istri jauh. Ya sudah, dia saya jadikan objek, mumpung orang tuanya sedang tidak dirumah," ujarnya dengan muka lebam kebiru-biruan akibat dihakimi warga di lokasi.
Kejadian ini kemudian baru diketahui ibu korban, Maryati (25) ketika sedang memandikan Vina. Saat di mandikan itulah korban merasa kesakitan di sekitar kemaluannya.
Selidik punya selidik, jari tangan Jamal telah dimasukan ke kemaluan korban. "Ada lecet. Anak saya nangis kesakitan," cerita Maryati sedih.
Sang ibu pun lalu menanyai anknya itu. Dengan polos, Vina lalu mengaku kalau dirinya telah dicabuli oleh Jamal. Mendengar ini, langsung saja ayah korban, Taryo (29), yang bekerja sebagai buruh bangunan melabrak Jamal di kontrkannya.
Pengakuan pun lalu keluar dari mulut Jamal. Tanpa dikomando, puluhan warga yang ada di lokasi dan ikut menyaksikan pun tidak bisa menahan emosi.
"Mati, Habisi, dasar Penjahat Kelamin," teriak warga tidak terkendali.
Suara bogem mentah pun terdengar 'Buk!!!!!, Buk !!!!!', pukulan bertubi-tubi mendarat di muka dan sekujur tubuh Jamal. Akibatnya, bisa dibayangkan wajah Jamal pun tidak berbentuk lagi.
Tak hanya itu, darah segar terlihat mengalir dari bibir serta pelipisnya. Setelah puas, warga pun lantas menyerahkan pelaku ke Polres Jakarta Selatan. Kini Jamal mesti menikmati jerih payah perbuatannya. Dinginnya ruang tahanan pun kini menemani malam pelaku pencabulan ini. (asp/ndr)











































