Demikian kata Presiden SBY usai memimpin ratas di Kantor Depkes, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (20/8/2008).
"Karena kita ikut menyumbang, tentu harus ada kemudahan dan perbedaan dibanding negara lain. Kalau bisa beli sepertiga dari harga, itu yang adil," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kerjasama itu harus berjalan dalam kerangka adil dan konstruktif. Indonesia tetap harus mendapatkan manfaat dari anti virus yang berhasil dikembangkan dari sample yang dikirim pemerintah ke laboratorium WHO.
"Tapi (mekanisme kerjasama) itu terserah Depkes membicarakannya dengan WHO, yang penting adil, fair dan konstruktif," sambung SBY.
(lh/ndr)











































