Kepala Distrik Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Simeuleu, Iqbal Abbas, saat dihubungi detikcom, Rabu (20/2/2008), belum mengetahui jumlah bangunan yang roboh. Namun, menurut dia, jumlah bangunan yang roboh cukup banyak.
Bangunan roboh terjadi di Kecamatan Alahan, kecamatan yang paling ujung di Pulau Simeuleu. "Ada sejumlah rumah yang hancur, meski tidak 100 persen. Sebagian besar roboh sebagian," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kata Iqbal, warga di Alahan, sempat berlarian menuju bukit untuk menyelamatkan diri sesaat gempa dahsyat terjadi. Namun, karena warga bisa melihat laut secara jelas dari atas bukit, mereka pun turun kembali.
"Mereka melihat air tidak surut, sehingga mereka berkesimpulan bahwa tidak terjadi tsunami. Lantas, warga pun turun kembali," kata Iqbal.
Hingga pukul 18.00 WIB, sebagian warga di Kecamatan Alahan masih berkumpul di jalan kecamatan, belum berani memasuki rumah-rumahnya. Mereka membawa perbekalan-perbekalan, seperti tas, kasur, pakaian, dan lain-lain. Mereka masih siaga. (asy/sss)











































