Pria berjaket kulit warna hitam itu tiba pukul 16.15 WIB, Rabu (20/2/2008) di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Setelah membagi-bagikan majalah, dia langsung pergi.
Dari susunan redaksi, majalah 'Cikeas' itu diterbitkan Yayasan Puri Cikeas dengan Pemimpin Redaksi Teddy Robinson Siahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Cikeas mengingatkan pada tempat kediaman pribadi Presiden SBY yang berlokasi di daerah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.
Pada bagian dalam majalah memuat artikel wawancara dan profil Burhan sebanyak 6 halaman. Majalah setebal 100 halaman itu terlihat lux dengan kertas gloosy.
Kepala Biro Humas BI Filianingsih Herdarta yang termasuk barisan pendukung Burhan, mengaku tidak tahu menahu asal muasal majalah itu. "Wah, kita nggak tahu menahu itu, saya pikir malah tadi dari wartawan yang bawa," katanya.
Namun wartawan mengelak membagi-bagikan majalah itu. "Nggak, kita pikir dari BI," elak wartawan.
Burhan menjalani pemeriksaan di KPK sejak pukul 09.38 WIB. Hingga pukul 16.40 WIB, pemeriksaan Burhan yang didampingi pengacaranya M Assegaf masih berlangsung.
(umi/sss)










































