"Marahnya ke pusat, dan yang jadi sasaran (amarah) biasanya saya atau Pak Kalla (Wapres Jusuf Kalla). Padahal itu janji pilkada. Makanya hati-hati membangun tema kampanye," kritik SBY.
Hal itu dia sampaikan usai memimpin ratas di Kantor Depkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (20/2/2008).
SBY pun mewanti-wanti para kandidat kepala daerah agar konsekuen dan hati-hati mengembangkan fasilitas gratis dalam berkampanye. Jangan sampai apa yang dijanjikan malah tidak terwujud pada masa pemerintahannya kelak.
"Kalau itu memang tema kampanye, dan bila terpilih, tentu rakyat ingin kepala daerahnya mewujudkannya. Kalau tidak terwujud, rakyat marah," kata SBY.
Ditegaskan dia, pemerintah pusat sangat konsisten dengan program bantuan kesehatan gratis bagi 76 juta rakyat miskin dan hampir miskin. Dana senilai puluhan triliun rupiah dianggarkan untuk asuransi kesehatan rakyat.
Tapi SBY mengingatkan, porsi pembiayaan pemerintah pusat paling banyak 13 persen. Sedangkan sisanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah setempat.
"Saya minta jajaran pemerintahan di pusat dan daerah memastikan program ini berjalan baik. Agar hasilnya bisa benar-benar dirasakan rakyat kita," pungkasnya. (lh/sss)











































