"Bagus, top. Mereka melakukan itu untuk menimbulkan citra sebagai partai yang sensitif terhadap wong cilik," ujar Direktur Indo Barometer Mohammad Qodari kepada detikcom, Rabu (20/2/2008).
Menurut Qodari, saat PDIP berkuasa yakni pada tahun 1999-2004 citra partai berlambang banteng bermoncong putih ini turun hampir 50 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang paling drastis, lanjut pria berkacamata ini, turunnya suara PDIP ini karena sering melakukan penggusuran di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.
"PDIP kala itu kurang mengayomi dan keberpihakan kepada wong cilik yang merupakan basis terbesar pemilih mereka," kata Qodari.
Dengan adanya pengembalian dana miliaran rupiah itu, maka citra PDIP membaik. (nik/nrl)










































