Demikian menurut laporan resmi Kementerian Kesehatan Selandia Baru seperti dilansir harian News.com.au, Rabu (20/2/2008).
Angka kematian tersebut terjadi dalam kurun waktu 12 bulan hingga Juni 2007 lalu. Kesalahan-kesalahan itu mencakup pemberian obat-obatan secara overdosis, ahli-ahli bedah yang mengoperasi di bagian tubuh yang salah ataupun meninggalkan instrumen pembedahan di dalam tubuh pasien usai pembedahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Kesehatan David Cunliffe mengatakan, transparansi merupakan cara terbaik untuk memperbaiki sektor kesehatan di negara dengan penduduk sekitar 4,2 juta jiwa itu.
Dalam laporan itu dituliskan, rata-rata 2,2 dari setiap 10.000 pasien yang dirawat di rumah sakit Selandia Baru mengalami kesalahan medis yang fatal atau serius.
Menurut Cunliffe, rumah sakit Selandia baru termasuk di antara yang paling aman di dunia. Namun sebenarnya, masih bisa lebih baik lagi. Sekitar 834 ribu pasien masuk ke rumah sakit setiap tahunnya.
Komisioner Kesehatan Selandia Baru Ron Paterson mengatakan kepada parlemen, masalah utama adalah kurangnya kolaborasi antara 21 dewan kesehatan distrik yang memiliki standar operasi berbeda. (ita/ana)











































