Bahkan menurut sejumlah kalangan, Musharraf kini tinggal menghitung hari untuk mundur dari jabatannya. Demikian seperti dilansir News.com.au, Rabu (20/2/2008).
"Saya tidak melihat dia akan bertahan. Ini cuma masalah waktu," kata Shafqat Mahmood, analis politik yang merupakan komentator terkemuka di koran-koran dan televisi Pakistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fakta bahwa partai-partai yang menentang Musharraf memenangi pemilu merupakan penolakan nyata atas tindakan dan kebijakannya," cetus Mahmood.
Partai mendiang Benazir Bhutto dan mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, meraih kemenangan mutlak. Bahkan kedua partai itu kian dekat untuk merebut mayoritas dua pertiga kursi parlemen yang dibutuhkan untuk mencopot presiden.
Berdasarkan penghitungan suara resmi yang sudah akan selesai, partai Bhutto meraih 33,6 persen suara di kursi Majelis Nasional dan partai Sharif 25,9 persen.
Pembantu-pembantu kunci Musharraf, termasuk ketua partai berkuasa, mantan juru bicara pemerintah dan menteri luar negeri termasuk yang gagal memenangi kursi parlemen.
Sharif pun kembali mendesak Musharraf untuk mengundurkan diri. Sharif menyinggung statemen Musharraf tahun lalu bahwa dirinya akan mundur jika kehilangan dukungan rakyat.
"Dia telah menutup matanya. Dia sudah pernah bilang akan mundur jika rakyat menginginkannya dan sekarang rakyat telah memberikan keputusan mereka," kata Sharif kepada para wartawan di Kota Lahore.
(ita/sss)











































