Pegawai BI Berharap Burhanuddin Tidak Ditahan KPK

Pegawai BI Berharap Burhanuddin Tidak Ditahan KPK

- detikNews
Rabu, 20 Feb 2008 11:52 WIB
Jakarta - Meski aktivitas di Bank Indonesia (BI) berjalan normal, tak urung para pegawainya resah dengan pemeriksaan orang nomor satu di otoritas moneter itu. Mereka berharap Burhanuddin Abdullah tak dijebloskan ke sel tahanan seperti dua pejabat BI lainnya.

"Kita sangat tidak mengharapkan itu (penahanan) terjadi, karena saya kira tidak ada kepentingan menahan Gubernur BI. Sudah pasti beliau tak akan melarikan diri. Saya sebagai ketua Ikatan Pegawai BI (IPBI) bersedia menjamin itu," tegas Ketua IPBI Dian Ediana Rae.

Pria itu menyampaikannya di sela aksi dukungan  untuk Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang sedang digelar di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (20/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dian menjamin tidak akan terjadi apa yang ditakutkan KPK. "Lagipula tidak ada kepentingan menahan gubernur BI atau pejabat BI, mereka semua kooperatif setiap dipanggil," cetus Dian.

Saat ditanya apakah kasus yang sedang ditangani KPK ini menganggu aktivitas di BI, Dian memastikan semuanya berjalan normal dan tidak ada hambatan mengingat Dewan Gubernur tetap bekerja.

"Ya ini Pak Gubernur kan memang kewajiban hukum dia untuk datang ke sini, dan sudah ada koordinasi di antara dewan bahwa kegiatan-kegiatan yang terkait dengan bank sentral ini tidak boleh berhenti, jadi tetap jalanlah," ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini Dewan Gubernur tetap solid dan karyawan tetap bekerja baik, konsentrasi, dan profesional.

"Kita prinsipnya akan support penegakan hukum ini sampai   tuntas. Tentu saja harapan karyawan bisa selesai dengan cepat dengan seadil-adilnya dengan menindak siapa yang dianggap salah, dan melepas yang dianggap tidak bersalah. Intinya kita ingin proses berjalan cepat," ujarnya.

Meski berjalan normal, diakui Dian kasus yang tengah dihadapi BI ini agak mengganggu, terutama menyangkut aspek kredibilitas yang terkait masalah kebanggaan sebagai pegawai dan sebagainya.

"Tapi apa boleh buat, karena ini suatu hal yang tidak pernah kita harapkan. Saya kira buat pegawai kita ingin proses seadil-adilnya," tegas dia.

(umi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads