Jalan berlubang dan membahayakan ini, tak hanya berada di jalan-jalan arteri biasa, tapi juga jalan protokol. Sudah tak terhitung berapa korban yang jatuh akibat jalan rusak ini, terutama pengendara motor.
"Saya hitung jalan rusak makin hari makin bertambah saja. Setiap hujan lebat, bertambah lagi jalan rusak dan tidak mau dibetulkan," kata Eri, warga Pancoran, kepada detikcom, Rabu (20/2/2008).
Di lokasi dekat rumahnya jalan yang rusak sudah tak terhitung lagi jumlahnya. "Lihat saja sepanjang Jalan MT Haryono jalan rusak semua dan kalau hujan seperti kubangan," ujar Eri.
Dia meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk segera memperbaiki jalan. "Awal menjadi gubernur harusnya memberikan kesan yang bagus," ujarnya.
Hal yang sama dirasakan oleh Adi. Warga Kalideres ini, harus merelakan ban belakang mobilnya pecah karena menghantam lubang. "Saya kaget tiba-tiba sudah ada lubang pagi ini. Sebab lubang itu kemarin tidak ada," kata Adi, yang biasa melewati Jalan Daan Mogot.
Pantauan detikcom, Rabu (20/2/2008) jalan rusak hampir terdapat di setiap jalan di ibukota. Jalan berlubang tidak hanya terdapat di jalan biasa namun juga di jalan protokol seperti Jalan Sudirman, HR Rasuna Said dan Gatot Subroto.
Jalan utama yanng rusak lainnya antara lain Jalan Mampang Prapatan Jaksel, Buncit Raya Jaksel, Cempaka Putih Jakpus, Kramat Raya Jakpus, Daan Mogot Jakbar, MT Haryono Jaktim, Yos Sudarso Jakut dan jalan lainnya.
(mar/nrl)











































