Bagi penyandang PR di Singapura, segala sesuatunya akan lebih murah. Ya pendidikan, ya kesehatan, termasuk kemudahan untuk mendapatkan kartu kredit dan pindah-pindah pekerjaan.
Tapi bagaimana pendapat mereka tentang wamil untuk generasi kedua pemegang PR? "Nanti dulu!" cetus seorang WNI yang enggan disebut namanya, yang bermukim di Singapura, Rabu (20/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Intinya, mereka oke-oke saja mengurus PR demi segala kemudahan yang bisa dinikmati, tapi jika anak-anaknya harus ikut wamil, mereka masih mikir-mikir.
Berbagai solusi pun dicari. "Ternyata yang wajib ikut itu generasi kedua yang PR juga," katanya.
Artinya, orangtua bisa mencari jalan bagi anak-anak mereka untuk menghindari wamil. Misalnya, orangtuanya menyandang PR, tapi anaknya memiliki status student's pass atau Long-Term Social Visit Pass (LTSVP).
Hanya saja kemudahan tidak akan diperoleh anak-anak mereka. Biaya sekolah akan tetap mahal karena tidak mendapat subsidi pemerintah.
(umi/nrl)










































