Isu Askar Percepat Pembahasan RUU Komponen Cadangan

Isu Askar Percepat Pembahasan RUU Komponen Cadangan

- detikNews
Selasa, 19 Feb 2008 17:35 WIB
Jakarta - Departemen Pertahanan membenarkan dengan isu warga negara Indonesia (WNI) masuk Askar Wataniah di perbatasan Malaysia - RI, akan mempercepat agar RUU Komponen Cadangan direalisasikan. Namun ini harus diakselerasikan dengan kebijakan pengamanan perbatasan secara terpadu.

"Akselerasi RUU Komponen Cadangan harus direalisasikan, menjadi bagian yang harus disiapkan. Saat ini kan belum dijadwalkan, kalau pun tahun 2008 kita juga siap," kata Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsuddin usai rapat General Border Commette (GBC) Malindo Indonesia di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/2/2008).

Sjafrie mengakui, dengan adanya isu Askar Wataniah di Malaysia, mempercepat pembahasan RUU Komponen Cadangan. Percepatan ini diperlukan, karena memang Indonesia perlu juga satuan komponen cadangan, seperti apa yang dilakukan Malaysia untuk menjaga perbatasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira, semua sekarang lebih mendorong kita melakukan akselerasi. Perumusan RUU Komponen Cadangan tidak bisa ditawar-tawar. Itu amanat UU yang harus kita realisasikan. Itu jadi pencermatan kita semua bahwa komponen cadangan dan komponen pendukung harus disiapkan," jelasnya.

Namun nantinya, pembahasan RUU Komponen Cadangan ini akan dikongkretkan dengan disesuaikan UU Wilayah Negara dan kebijakan terpadu tentang perbatasan. "Sekarang kan belum ada yang kaya gitu. Masing-masing jalan sendiri-sendiri," ujarnya lagi.

Sjafrie membantah bahwa pembahasan RUU Komponen Cadangan dihambat dan madeg. Namun memang belum dijadwalkan. Ketika ditanya apakah akan dibahas tahun 2009?

"Ya nggak lah, 2008 juga boleh. Namanya juga ada dinamika, bisa-bisa saja kok, pemerintah sudah siap kok. Pentahapan untuk Komponen Cadangan sekarang sudah sampai persiapan, tinggal jalan laksanakan saja. Itu sangat tergantung besar kecilnya anggaran," jawabnya. (zal/mly)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads