"Ombak gede terjadi semalam sampai pagi. Masuk tambak soalnya dam (batu pemecah ombak) lebih rendah dari ombak yang mencapai 5 meter," kata Udin (45) sambil membenahi tambak udangnya di Pantai Publik, Marunda, Jakarta Utara, Selasa (19/2/2008).
Jumlah lahan tambak yang tersapu ombak seluas 60 hektar. Masing-masing di RT 3 (15 ha), RT 2 (20 ha), dan RT 8 (25 ha) di kelurahan Marunda. Lahan tersebut tempat bergantung rezeki 120 jiwa dan di RT 3 merupakan lokasi paling parah digulung ombak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Udin bercerita, saat menebar bibit bandeng 5 bulan lalu, ia merogoh kocek Rp 3 juta/1,5 ha. Ia sendiri mempunyai lahan 7 ha. Sementara untuk pakan bandeng Rp 150.000/50 kg.
Bila normal, ia dan temannya akan memanen bulan Maret. Namun, akibat hantaman ombak, ia merugi hingga ratusan juta rupiah untuk 60 hektar tambak yang kena ombak. "Ya pinginnya pemerintah dapat meninggikan dam. Kalau nggak, tiap ombak besar kami merugi," ujar dia. (Ari/asy)











































