Semangat dari perda tersebut adalah pembersihan sekelompok manusia yang dipandang hina, merusak keindahan, dan mengganggu kenyamanan. Mereka disamakan kecoa. Harus dibasmi. Singkirkan! Kalau bukan takut dikecam dunia, orang-orang malang ini sudah 'dikamargaskan', lalu ribuan mayatnya dikremasi biar tanpa jejak.
Tapi para politisi DKI punya solusi alternatif. Dengan perda itu para pengemis dan fakir miskin bisa dibasmi secara halus. Adolf Hitler, kalau sampai mendengar strategi politisi DKI ini, pasti minta dihidupkan lagi oleh Tuhan untuk belajar bagaimana menjadi fasis yang licin ala politisi DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga DKI seyogyanya melawan Naziisme bin Apartheid ini. Jangan larut ikut menyalahkan orang-orang kurang beruntung itu, tapi tagihlah tanggung jawab pembuat kebijakan. Para pengemis dan fakir miskin tetaplah mencari nafkah seperti biasa. Biarkan Anda ditangkap dan dipenjara, sebab dengan itu Anda akan mendapat jaminan tempat tinggal dan pangan, seperti konstitusi mengamanatkan.
Keterangan Penulis:
Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja.
(es/es)











































