"Saya tidak akan berniat ataupun menerima, saya ulangi, saya tidak akan berniat ataupun menerima posisi presiden dewan negara dan panglima," kata Castro dalam pernyataannya.
Pernyataan disampaikan Castro dalam pesan yang dimuat di koran resmi Kuba, Granma. Dalam pesannya itu, Castro menegaskan tidak akan kembali memimpin negara. Demikian seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Selasa (19/2/2008).
Majelis Nasional atau badan legislatif Kuba rencananya akan menggelar pertemuan pada Minggu, 24 Febuari mendatang untuk memilih Raul sebagai pengganti Castro.
Castro (81) menyerahkan kekuasaan sementara kepada Raul (78) pada Juli 2006 lalu setelah menjalani operasi perut. Sejak itu, Castro jarang sekali muncul di depan publik.
Castro merupakan kepala pemerintahan yang menjabat paling lama di dunia. (ita/sss)











































