Genangan air setinggi 20 cm terlihat di halaman. Di peron dan ruang tunggu, ketinggian air sekitar 15 cm. Sedangkan di emplasemen, ketinggian air berbeda-beda, mulai dari 5 cm hingga 10 cm.
Meski tergenang air, menurut data Daops IV Semarang, hanya kereta Argo Bromo Anggrek dan Sembrani yang keberangkatannya tertunda. Kereta lain berjalan seperti biasa, meski kecepatannya berkurang drastis.
"Secara keseluruhan, keretan berjalan seperti biasa. Tapi mendekati genangan air, mereka harus berjalan pelan," kata Warsono.
Pihak Daops telah mengisntruksikan seluruh kereta yang lewat Semarang agar berjalan lambat, terutama saat mendekati genangan. Dengan begitu, jadwal kereta tidak terganggu.
Dari pantauan, sejumlah penumpang tampak terpaksa naik becak agar bisa masuk ke stasiun. Padahal jarak jalan menuju stasiun sangat dekat, hanya 50-an meter.
"Lha mau naik apa lagi Mas. Dari pada basah," kata seorang penumpang Suwardi yang mengaku hendak menuju Jakarta. (try/djo)











































