Hal itu ditegaskan Kepala Dinas P2B Hari Sasongko kepada wartawan di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (19/2/2008).
Hari saat itu ditanya soal penyebab insiden Altis naas itu, apakah akibat faktor human error atau penahan yang tidak kuat untuk kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, imbuh dia, masih ada jarak sekitar 3,7 meter dari batas separator ke pagar. "Jadi harusnya masih sempat ngerem," cetus dia.
Karenanya, faktor human error dalam kasus ini lebih dominan dibanding faktor teknis. "Ya, karena masih ada jarak untuk ngerem itu," tegas Hari.
(umi/nrl)











































