Lingkaran Biru Bidik Kaum The Have

Lingkaran Biru Bidik Kaum The Have

- detikNews
Selasa, 19 Feb 2008 13:00 WIB
Jakarta - Tak semua peminat Lingkaran Biru merupakan masyarakat the have not alias miskin. Kaum the have alias berada juga membutuhkannya. Namun kaum the have tentu tak berminat yang gratisan.

Setelah sempat berhenti, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali merevitalisasi program KB Mandiri melalui Lingkaran Biru (Libi) KB.

Penggalakan ini dibutuhkan karena adanya perubahan kebijakan pemerintah dalam penyediaan alat atau obat kontrasepsi yang sebelumnya gratis bagi masyarakat miskin.

"Tapi masyarakat yang datang ke fasilitas layanan KB pemerintah tidak semuanya keluarga miskin," kata Kepala BKKBN Pusat Sugiri Syarief dalam jumpa pers di Kantor BKKBN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (19/2/2008).

Program Libi KB diutamakan untuk masyarakat menengah ke atas, karena didorong adanya peningkatan kebutuhan masyarakat akan alat kontrasepsi.

Revitalisasi program tersebut ditandai dengan adanya penyesuaian pemilihan produk dan pelayanan KB yang berkualitas. "Sehingga peserta dapat memilih layanan KB-nya dan membiayai kebutuhannya," kata Sugi.

Saat ini pemerintah hanya menyediakan obat dan alat kontrasepsi gratis bagi masyarakat miskin 30 persen dari pasangan usia subur (PUS) 29,2 juta. "Berarti peluang untuk pelayanan KB Mandiri masih terbuka," ujarnya.

Sebanyak 63 persen peserta KB, tutur dia, adalah pengguna layanan swasta. Diharapkan dengan adanya program pemerintah Libi KB ini dapat menyamai angka tersebut.

Mantan Menkes Farid Anfasa Moeloek menambahkan, seharusnya program Libi KB menjadi pilar program pemerintah agar perkembangan ekonomi dapat diimbangi dengan pembangunan sosial. "Salah satunya dengan menekan laju penduduk," ucapnya. (sss/ana)


Berita Terkait