Pangdam Udayana: Belum Ada Fakta Anggota TNI Terlibat

Ledakan Denpasar

Pangdam Udayana: Belum Ada Fakta Anggota TNI Terlibat

- detikNews
Selasa, 19 Feb 2008 11:05 WIB
Denpasar - Keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa peledakan di Jl Kebo Iwa, Denpasar, bukan hal yang tidak mungkin. Namun demikian, fakta mengenai hal itu masih belum ada.

Hal tersebut dikatakan Pangdam IX Udayana Mayjen TNI GR Situmeang di Markas Korem 163 Wirasatya, Jl Sudirman, Denpasar, Bali, Selasa (19/2/2008).

"Kita juga mencurigai bahan peledak itu dijual oleh anggota. Itu bukan hal yang tidak mungkin. Ada saja anggota yang nakal menjual amunisi. Tapi dalam kasus di Bali, belum ada fakta yang mengarah ke sana," kata Situmeang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian pula dengan jenis granat yang digunakan oleh para pelaku. Menurut Situmeang, sampai saat ini aparat terkait masih melakukan penyelidikan. Namun, sambung Situmeang, dilihat dari daya ledaknya bisa dipastikan granat tersebut bukan standar TNI.

"Daya ledaknya terlalu rendah, jadi tidak bisa dikatakan granat full. Karakteristik granat TNI baik nanas maupun manggis, memiliki daya ledak yang cukup besar. Jika meledak akan membuat lubang sedalam 15 cm. Kalau yang di Jalan Kebo Iwa lubangnya lebih kecil, hanya 2 sampai 3 cm," ujar Situmeang.

Demikian pula dengan efek kerusakan yang terjadi pada sasaran. Dalam perisiwa peledakan di Jl Kebo Iwa tersebut, mobil Daihatsu Taft yang menjadi sasaran peledakan hanya mengalami kerusakan ringan.

"Yang rusak hanya dinding mobil, itu pun hanya beberapa lubang yang jebol. Kalau granat TNI dengan jarak 1 hingga 1,5 meter dari sasaran, mobil itu bisa terbakar. Mungkin saja itu granat bekas yang dirakit lagi, karena ledakannya tidak besar," tutur Situmeang. (gds/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini