Di New Zealand, CD bisu malah laris manis. Ketika CD itu diputar, tidak ada seorang manusia pun yang mampu mendengar. Namun sebenarnya, dalam CD itu terdapat rekaman suara yang hanya bisa didengar oleh anjing. Demikian dikutip dari BBC, Senin (18/2/2008).
CD itu juga dipasarkan di AS dan Australia. Bila hasil penjualannya memuaskan, CD bisu itu bahkan akan didistribusikan lebih luas lagi, ke berbagai penjuru dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling kasar dilakukan seekor anjing adalah yang menyerang radio ketika CD diputar, lalu mengamuk dan merusaknya," ujar dia.
"Tapi sebaliknya, ada juga yang malah berbaring dan tidak melakukan apapun," imbuhnya.
Daily Telegraph seperti dilansir Ananova menyebut, saat CD diputar, beberapa anjing mengibaskan ekornya, memasang telinga, dan tampak gembira.
CD tersebut memang direkam secara sintesa elektronik untuk mendapatkan frekuensi yang hanya bisa didengar oleh anjing. Dibuat pula video untuk menyertai munculnya CD tersebut.
Video itu muncul di website YouTube dan menampilkan penyanyi New Zealand, Dei Hamo. Bersama dengan 2 perempuan, mereka menggerak-gerakkan mulutnya seperti sedang mengucapkan kata-kata. Namun tanpa suara.
Seseorang mengatakan, "Saya telah mengecek dengan oscilloscope (alat untuk mengukur dan melihat gelombang frekuensi dan tegangan dari suatu obyek pengukuran), dan tidak ada apa-apa. Itu hanya video yang di-mute."
Sedangkan yang lain menyampaikan hal berbeda. "Hebat! Saya memutar speaker sampai volumenya penuh saat memainkan (CD), lalu ada anjing melintasi jalan seperti peluru balistik!" (nvt/nal)











































