"Mr X yang kita curigai belum tertangkap. Beberapa orang yang dicurigai juga sudah ada," kata Kapolda Bali Irjen Polisi Paulus Purwoko di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Senin (18/02/2008).
"Kelompok preman menggunakan bahan peledak untuk menekan saingannya atau orang yang tidak disukainya," kata Purwoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purwoko memastikan peledakan di Denpasar bukan aksi terorisme melainkan premanisme. Sasaran ledakan bukan turis tetapi para pesaingnya, atau bos kafe.
Ia mencontohkan kasus ledakan granat yang terjadi di Jalan Kebo Iwa, Denpasar. Pelaku melemparkan granat saat menghadang korbannya di tikungan.
Dua kasus ledakan lainnya yang terjadi di Denpasar adalah ledakan di garasi rumah pengusaha rental mobil, di Jalan Gatot Subroto dan ledakan bom palsu di Jalan Teuku Umar. (gds/djo)











































