Hal itu diungkapkan Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Fery Markus, usai pertemuan di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Senin (19/2/2008).
Negara asing yang mempertanyakan kasus ledakan tersebut adalah negara-negara di Eropa, Cina dan Australia. "Mereka bertanya apakah 'bom' di Jalan Teuku Umar, Denpasar sama dengan bom Bali 2002 atau 2005," kata Fery.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Bali Gede Nurjaya. Dia memastikan kejadian ledakan di Bali tidak menggangu pariwisata di Pulau Dewata tersebut. "Kita telah menjelaskan kejadian yang sesuai fakta kepada konsulat di Bali. Syukur tidak ada travel warning," ujarnya.
Pertemuan yang membahas masalah gangguan keamanan di Bali itu juga dihadiri Kapolda Bali Irjen Polisi Paulus Purwoko, Danrem 163 Wirasatya Kolonel Infantri Dedi Kusnadi serta tokoh pariwisata Bali. (gds/djo)










































