"Kami cermati dulu perkembangannya di PBB. Untuk sikap final, kami akan lakukan konsultasi dahulu dengan parlemen. Itu tradisi bila kami hendak menyampaikan sikap penting atas masalah luar negeri," ujar SBY.
Hal itu disampaikan SBY menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (18/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan situasi Kosovo merupakan salah satu sisa masalah pecahnya Yugoslavia yang belum tuntas diselesaikan. Harapan Indonesia, penyelesaian paling tepat adalah melalui konsensus multilateral.
"Kami tahu proses itu menemui jalan buntu. Dengan realitas baru ini, kami akan olah, dan pada waktunya nanti disampaikan posisi yang tepat dalam konteks hubungan antarbangsa," jelas dia.
Sampai tiba saat yang dianggap tepat itu, RI akan memantau perkembangan Kosovo. Khususnya proses di Dewan Keamanan PBB yang pada pertemuan terakhir belum membahas pengakuan kemerdekaan atau tidak, melainkan isu legalitas dari proses kemerdekaan tersebut.
"Andai memang kemerdekaan itu yang terbaik bagi rakyat Kosovo dan dunia, maka tentu RI akan mendukung perkembangan itu," tegas SBY. (lh/sss)










































