Buaya dengan berat 2 kwintal tersebut ditemukan Jowir alias Pardi, seorang pengojek sekitar pukul 05.00 WIB, Senin (18/2/2008). Jowir mengaku tidak takut dengan buaya. Dia hanya memerlukan seutas tali jemuran untuk mengikat mulut dan ekor buaya agar tidak mengibas.
Jowir hanya butuh bantuan temannya sesama tukang ojek untuk mengangkat buaya yang berwarna coklat kuning. Buaya tersebut dipindahkan ke rel kereta api Stasiun Priok yang berjarak 50 meter dari tempat ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesekali Jowir menyiramkan air ke tubuh buaya agar tidak kepanasan. Mata buaya ditutup dengan kain agar tidak berontak.
"Masih saya tunggu sehari untuk dipertontonkan lagi. Besok saya jual, karena makannya bukan sayuran tapi daging-daging. Siapa mau kasih makan," ujar Jowir.
(nik/nrl)











































