Dibayangi Serangan Bom, Pakistan Gelar Pemilu

Dibayangi Serangan Bom, Pakistan Gelar Pemilu

- detikNews
Senin, 18 Feb 2008 10:34 WIB
Islamabad - Dengan dibayang-bayangi risiko serangan bom, warga Pakistan akan menggunakan hak suaranya dalam pemilu yang akan digelar Senin 18 Februari waktu setempat.

Pemilu ini tadinya dijadwalkan bulan Januari lalu, namun gara-gara pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto, pemilu itu diundur.

Kematian Bhutto itu meningkatkan kekhawatiran akan stabilitas di negara nuklir tersebut. Apalagi pada Sabtu 16 Februari lalu terjadi serangan bunuh diri terhadap para pendukung partrai Bhutto yang menewaskan 47 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini membuat bingung sebagian warga Pakistan yang merasa takut akan menjadi korban serangan bom yang belakangan kerap terjadi di Pakistan.

"Kami bingung. Kami tidak memiliki pemimpin-pemimpin yang baik dan kami tidak tahu ke mana negara ini akan melangkah," kata dosen di kampus milik pemerintah di Islamabad, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Senin (18/2/2008).

Dalam pemilu ini, warga Pakistan akan memilih parlemen baru yang bakal menentukan kelangsungan jabatan Presiden Pervez Musharraf.

Tempat-tempat pemungutan suara akan dimulai pukul 08.00 waktu setempat hingga 17.00 waktu setempat. Lebih dari 80 ribu tentara akan dikerahkan untuk membantu aparat kepolisian menghentikan kekerasan.
(ita/sss)


Berita Terkait