Pasukan itu bernama Askar Wataniah. Kesatuan ini adalah angkatan cadangan Tentara Darat Malaysia. Pasukan ini merupakan benteng kedua di dalam mempertahankan negeri jiran itu. Anggota askar ini terdiri dari pelajar, mahasiswa, profesional dan kalangan sipil." Banyak WNI yang sudah direkrut jadi askar," kata anggota Komisi I DPR, Happy Bone Zulkarnaen, saat rapat kerja dengan Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo, awal pekan lalu.
Selain mengungkapkan temuannya itu, Happy Bone juga menunjukan foto-foto proses rekruitmen Askar Wataniah berikut foto latihan tempur pasukan tersebut. "Kalau ada kontak fisik, kita akan berhadapan dengan warga sendiri," ujar Happy kepada wartawan di DPR.
Kabar dari Senayan ini langsung bergema kemana-mana. Soalnya keberadaan pasukan 'cabutan' Malaysia dikhawatirkan bisa menimbulkan ketegangan. Paling tidak, tanah Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia akan menyusut. Pergeseren patok ini dilakukan oleh WNI yang direkrut menjadi askar.
Perekrutan WNI menjadi Askar Wataniah sebenarnya sudah bergulir sejak 1985. Namun informasi yang didapat sejak Mei 1985 itu, sangat minim tanggapan, sekalipun sudah empat presiden berganti.
Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, kemungkinan paramiliter atau WNI yang jadi tentara Malaysia di daerah perbatasan adalah TKI yang tinggal di perbatasan, yang tidak kunjung mendapat kerja di Malaysia. Ketika ada tawaran kerja sebagai paramiliter akhirnya mereka terima."Mereka sifatnya TKI berseragam tentara," jelas Juwono.
Ia pun menganggap wajar jika warga di perbatasan banyak yang mau direkrut Malaysia. Soalnya, selain diberi gaji yang cukup lumayan, dan diberi fasilitas yang sangat mumpuni.
Dalam situs Tentera Darat Malaysia disebutkan, bayaran yang ditawarkan untuk para anggota askar ini cukup menggiurkan. Di luar gaji yang bila dirupiahkan berkisar Rp 2-3 juta, mereka juga mendapat sejumlah tunjangan.
Untuk tunjangan kehadiran, setiap anggota mendapat bayaran 4-6 ringgit Malaysia per jam, dalam setiap latihan. Jika dikalikan dengan kurs rupiah saat ini, Rp 2.842 per ringgit, maka rata-rata mereka mengantongi Rp 11.000-Rp 16.000 per jam.
Bukan itu saja, mereka juga mendapat tunjangan keahlian antara 200-300 ringgit Malaysia untuk kurun waktu kurang 4 tahun. Kemudian tunjangan pakaian 'outfit' yang dibayar sekali saat mereka menjadi pegawai angkatan sukarela. Ditambah lagi tunjangan pakaian seragam sebesar 125 ringgit Malaysia yang dibayarkan setiap tahun, pakaian adat 750 ringgit Malaysia, yang diberikan lima tahun sekali.
Tunjangan lain, adalah untuk pakaian kehormatan sebesar 1.000 ringgit Malaysia yang dibayarkan sekali. Mereka juga mendapat tunjangan kendaraan maupun rumah. Fasilitas yang menggiurkan inilah yang membuat ribuan WNI berbondong-bondong menjadi pasukan cadangan Malaysia.
Selain soal gaji dan tunjangan yang ditawarkan Malaysia, dalam keseharian warga di perbatasan merasa nyaman dengan kondisi yang diciptakan negeri jiran itu. Contoh kecilnya, jalan raya milik Malaysia yang menjalar di tapal batas begitu licin seperti jalan tol. Sedangkan jalan yang dibuat pemerintah sudah banyak berlubang. Bahkan di beberapa bagian hanya beralaskan batu dan tanah.Padahal untuk melakukan aktivitas ekonomi jalan yang bagus dan mulus sangat diperlukan.
Jangan heran jika akhirnya warga Indonesia di perbatasan lebih memilih menyeberang ke Malaysia untuk berbelanja atau menjual komoditinya. "Kita jangan bicara nasionalisme secara sempit. Tapi yang harus dilihat bagaimana penguasa mengurus warganya," kata Muhlis, aktivis lingkungan, yang tinggal di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Pendapat ini juga diakui oleh Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga. Menurutnya, perekrutan WNI menjadi Askar Wataniah baru sebatas ekonomi. Belum pada tingkatan spionase atau penyusupan.
Namun Theo menyayangkan sikap Malaysia yang tidak menghormati konstitusi yang berlaku di sebuah negara, dengan merekrut WNI jadi prajuritnya. "Yang boleh memakai orang asing hanya dalam sepak bola, itupun kontrak". (ddg/iy)











































