Hujan dan Pecah Ban, Kian Ruwetkan Sindrom Hari Senin

Hujan dan Pecah Ban, Kian Ruwetkan Sindrom Hari Senin

- detikNews
Senin, 18 Feb 2008 07:16 WIB
Jakarta - Inilah pemandangan rutin tiap hari Senin: macet di mana-mana. Penyebabnya sama: volume kendaraan akibat rebutan berangkat menuju lokasi aktivitas di awal pekan.

Sindrom rutin ini kian ruwet pada Senin (18/2/2008) pagi akibat kecelakaan lalu lintas maupun kondisi alam: hujan.

Hujan saat ini terpantau di kawasan Jakarta Selatan seperti Jl TB Simatupang, Ragunan, Pasar Minggu dan Kemang. Hal ini menyebabkan genangan air. Jarak pandang di Jl TB Simatupang bahkan sangat terbatas sehingga kendaraan harus berjalan lebih pelan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemacetan akibat tingginya volume kendaraan terpantau dari Ragunan ke Kuningan tepatnya di putaran gedung Yakyf hingga perempatan Mampang, atau sekitar 4 km. Jalur TransJ juga dipenuhi kendaraan biasa sehingga terjadi penumpukan penumpang di halte-halte.

Tanah Kusir, Pondok Pinang dan perempatan Deplu-Pondok Indah juga tidak bergerak ditambahi hujan deras mengguyur. Matinya traffic light juga menambah kemacetan ini. Jalan rusak akibat tergerus banjir seperti di kawasan Condet juga menyumbang kemacetan.

Sementara itu, TMC Ditlantas Polda Metro Jaya melaporkan, kendaraan truk TNI mengalami pecah ban di layang Pesing tepatnya di atas traffic light Pesing mengarah Grogol.

Akibat kejadian tersebut kendaraan yang lainnya tidak bisa melintas khususnya dari arah Taman Kota ke Grogol yang melalui jalan layang tersebut.

Arus lalu lintas yang menuju ke Grogol dialihkan melalui jalan bawah, mengakibatkan kepadatan hingga depan Samsat Jakarta Barat. Arah sebaliknya juga mengalami kepadatan karena ingin melihat kejadian tersebut.

Benar-benar ruwet!

(nrl/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads