Cuaca yang dingin tidak menghalangi perayaan apa yang mereka sebut lahirnya negara baru di Eropa. Bahkan, mereka datang ke lokasi itu beberapa jam sebelum deklarasi Kosovo.
Minggu (17/2/2007), Kosovo lepas lalu dari Serbia melalui deklarasi Kemerdekaan yang diikrarkan Perdana Menteri Kosovo, Hashim Thaci. Sebuah kemerdekaan yang didukung oleh Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tidak untuk etnik Albania, yang merupakan mayoritas di Kosovo. "Inilah klimaksnya. Saya sampai tidak percaya melihat mimpi ini telah menjadi kenyataan" ujar Driton Ademi, seorang siswa berusia 23 tahun seperti dilansir bbc.co.uk, Senin (18/2/2008).
Luapan kebahagiaan juga tampak dlalui wajah Beqir Peci. Tidak henti-hentinya kakek berusia 72 tahun itu mengucapkan terimakasih kepada Amerika.
"Terimakasih Amerika. Sekarang aku bebas dari Serbia, cucuku juga bebas dari Serbia," teriaknya.
Dalam kesempatan itu, kemerdekaan Kosovo merupakan saat yang tepat refkelsi. Satu dasarwarsa yang lalu, ribuan entik Albania terbunuh dalam sebuah konflik dengan kekuatan Serbia. (irw/ndr)











































