Seperti dikutip AFP, Minggu (17/2/2008), Rusia yang bersuara keras. Bekas negara adikuasa di Eropa Timur ini mendesak PBB dan NATO untuk membatalkan deklarasi itu.
"Kami berharap secepat mungkin PBB dan NATO untuk memenuhi tugas mereka dengan memberikan sanksi dan membatalkan keputusan yang diambil kelompok pemerintah di Pristina (Ibu Kota Kosovo)," tulis pernyataan resmi Kementrian Luar Negeri Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara negara adikuasa Amerika Serikat hanya menyampaikan bahasa diplomasi terkait kemerdekaan Kosovo, namun kuat dugaan AS memberikan lampu hijau.
"Kami mencatat Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan. Kami menyambut baik komitmen pemerintah Kosovo untuk melindungi etnis minoritas. Dan kami akan membahasnya dengan sekutu kami di Eropa dan segera akan mengeluarkan pernyataan," jelas juru bicara departemen luar negeri AS Sean McCormack.
Dan beragam komentar dari negara-negar Eropa pun mengalir terkait deklarasi kemerdekaan Kosovo ini. Rata-rata mereka memberikan dukungan, meski terbersit sedikit kekhawatiran bahwa apa yang terjadi di Kosovo bisa mengilhami etnis minoritas di negara mereka. (ndr/irw)










































