"Saya percaya Tuhan Maha Pelindung. Karena itu, saya ada sampai sekarang," kata Rhoma sambil meneriakkan takbir dalam Tabligh Akbar Harlah PPP di Lapangan Tri Lomba Juang, Jl Tri Lomba Juang, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/2/2008).
Rhoma mengatakan, ancaman pembunuhan itu muncul saat dirinya aktif di partai berlambang Kabah sejak tahun 1977. Dia mengaku tidak tahu, kenapa ada orang yang melakukan perbuatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rhoma tidak menyebutkan kapan ancaman itu dilakukan, namun dia mengaku tidak gentar. Buktinya, dia tetap beraktivitas sebagaimana biasa.
Ketika memutuskan masuk PPP, Rhoma menegaskan, dirinya adalah satu-satunya artis yang masuk partai pada saat itu. Belakangan, banyak artis yang mengikutinya.
Lelaki yang pernah berseteru dengan Inul Daratista ini menambahkan, dia masuk PPP bukan karena ingin mendapatkan jabatan atau pangkat, melainkan karena perjuangan partai tersebut adalah Islam. "Hanya karena Islam," tegasnya yang disambut tepuk tangan ribuan kader PPP.
Di saat memberi tausiyah, kader PPP sempat meminta Rhoma mendendangkan lagu. Tapi sang Raja Dangdut itu menolak.
"Saudara tahu, tanpa Rhoma, Soneta tidak ada. Begitu pula sebaliknya. Karena saat ini Soneta tidak ada di sini, saya hanya memberi tausiyah saja," katanya.
Selain Rhoma, Harlah PPP dihadiri Ketua DPP Surya Dharma Ali, Gubernur Jateng Ali Mufiz, dan pengurus PPP tingkat Jateng dan daerah. Menurut jadwal, acara berakhir pada pukul 17.00 WIB.
(try/gah)











































