Detik-detik Peledakan 'Bom' di Jalan Teuku Umar Denpasar

Detik-detik Peledakan 'Bom' di Jalan Teuku Umar Denpasar

- detikNews
Minggu, 17 Feb 2008 13:10 WIB
Denpasar - 2 Benda aneh yang diduga bom di Restoran Kak Man Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali telah diledakkan Tim Gegana Polda Bali. Inilah detik-detik peledakan bom yang menegangkan itu.

Informasi ini diperoleh dari foto dan cerita sumber detikcom yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (17/2/2008).

Pukul 11.00 Wita ditemukan rangkaian yang diduga bom oleh pemulung. Dari foto tampak model rangkaian itu 2 pipa paralon cokelat yang disambung sepanjang 25 centimeter dengan diameter 5 centimeter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ujung kedua pipa ditutup lakban hitam. Di atas pipa paralon itu, terdapat printed circuit board (PCB) atau papan rangkaian elektronik seperti yang terdapat pada alat elektronik radio atau TV.

Di atas papan itu sudah ada rangkaian elektronik. Terdapat kabel warna merah, putih, kuning, hitam, dan biru yang menyambung rangkaian plus baterai jam tangan.

Beberapa saat kemudian tampak Tim Gegana Polda Bali datang. Beberapa petugas mengenakan pakaian antibom, seperti astronot. Beberapa petugas langsung menyiapkan alat destructor untuk meledakkan benda aneh itu.

Beberapa polisi memasang garis polisi mengelilingi Restoran Kak Man seluas 100 meter persegi yang berbentuk segitiga itu.

Petugas yang mengenakan pakaian antibom mendekati target benda aneh ditemukan, di belakang papan nama restoran itu yang terbuat dari beton.

Sementara beberapa polisi mulai meminta masyarakat untuk menjauh. Pengendara yang masih ada di dalam mobil, mulai berhamburan keluar menjauh dari titik itu.

"Beberapa petugas lainnya sudah mendekat, mulai menghitung mundur dari 5. Lima, empat, tiga, dua, satu, duar!!" ujar sumber itu.

Setelah itu rangkaian dibawa Gegana Polda Bali ke Markas Brimob Polda Bali. Selang 10 menit, ujar sumber itu, arus lalu lintas dibuka lagi.

Hingga pukul 13.45 Wita, belum ada keterangan resmi dari polisi mengenai daya ledak benda yang diduga bom rakitan itu. (nwk/nrl)


Berita Terkait