Eks Pasar Rawasari Hendak Dipagar, Pedagang Teriak-teriak

Eks Pasar Rawasari Hendak Dipagar, Pedagang Teriak-teriak

- detikNews
Minggu, 17 Feb 2008 13:05 WIB
Jakarta - "Diobral, diobral. Rp 100 ribu tiga," kata Sri (56). Dengan wajah panik, pedagang keramik Rawasari ini menawarkan sebuah pot bunga kepada siapa saja yang lewat di depan lapaknya yang sudah rata dengan tanah.

Kepanikan ini dipicu rencana Pemkot Jakarta Pusat yang hendak memagar eks lokasi pasar keramik Rawasari siang ini. "Segera pindah, siang ini mau dipagar," kata petugas Satpol PP dengan menggunakan pengeras suara di lokasi eks pasar keramik Rawasari, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2008).

"Saya kasih harga camat," kata Sri dengan emosi menghadapi pemagaran ini. Tak hanya Sri yang berteriak-teriak mengobral dagangannya. Pedagang lain pun melakukan hal serupa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Udahlah, Rp 125 ribu lima," tawar calon pembeli Tini (45) dari Kebayoran Lama.

Uang kerohiman yang dijanjikan pemerintah tidak dipercaya pedagang. Menurut mereka, itu hanya janji belaka.

"Tidak benar ada uang kerohiman, bohong itu," tutur Wiwit dengan muka suntuk.
(asp/gah)


Berita Terkait