"Mars telah menjadi tempat yang sangat kering untuk waktu yang sangat lama," kata ahli biologi Andrew Knoll yang menjadi anggota tim pengendali dua robot yang dikirim ke Mars seperti dikutip AFP, Minggu (17/2/2008).
"Air di sana sangat-sangat asin. Sangat sulit bagi mikroorganisme untuk bertahan hidup dengan air seperti itu," imbuh Knoll.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analisis itu disampaikan Knoll di sela-sela pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS).
Seperti diketahui, AS melalu lembaga antariksa mereka, NASA mengirimkan misi untuk mencari tanda-tanda kehidupan di planet Mars. Dalam misi yang sudah berlangsung 4 tahun ini, dua robot bernama Spirit dan Opportunity berhasil mengumpulkan sejumlah gambar dan menganalisa permukaan planet.
Pada Desember 2007 lalu, Spirit berhasil menemukan zat silikon murni di salah satu bagian planet. Zat silikon biasanya terbentuk di sekitar sumber mata air panas yang berasal dari hasil aktivitas vulkanik.
Di bumi, dalam kondisi seperti itu makhluk jenis mikroba dapat ditemukan hidup. Namun kedua robot itu belum dapat mengkonfirmasi tanda-tanda kehidupan.
"Kalaupun ada kehidupan, pasti di berada bawah tanah," duga Ketua peneliti dalam misi tersebut Steven Squyers.
(bal/bal)











































