Berita dari Kuala Lumpur dikejutkan kembali adanya demonstrasi yang digelar kelompok etnis India. Para peserta demo yang jumlahnya mencapai 200 orang ingin memberikan bunga mawar untuk Perdana Menteri (sementara) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi.
Bunga mawar sebagai pesan agar Badawi mencari keadilan. Mereka menuntut lima anggota Hindu Rights Action Force (Hindraf) dibebaskan. Namun aksi ini dihadang polisi karena tidak mendapat izin. Polisi lantas menangkap 6 orang peserta aksi setelah menembakkan gas air mata.
Pukul 22.00, belasan peserta MIPV telah berkumpul di lobi pertemuan lantai empat Hotel Andaman. Assistant Director-General ISIS Philip Methews membuka acara dengan memberikan sejumlah pengumuman. Ia mengumumkan kondisi Kuala Lumpur. Lantas membagikan sertifikat peserta MIVP. Maklumlah Sabtu (16/2/2006) ini, malam
terakhir bagi para petinggi media massa berada di Malaysia. Minggu mereka akan kembali ke Jakarta.
Setelah bagi-bagi sertifikat dan foto-foto. Salah seorang memberikan request kepada penyanyi. "Tolong minta dinyanyiin lagu Widuri, ya," pesan Gede Nyoman Arsana, bos TVRI. Suara musik tidak lama mengalun. Ternyata bukan Widuri yang muncul. Lagu yang
disuguhkan adalah lagu yang sangat-sangat terkenal, yakni Happy Birth Day. Dimulai dengan nada pelan lantas semakin kencang. Siapa yang ulang tahun?
Ternyata yang ulang tahun adalah Atmadji Sumarkidjo, bos RCTI. Selamat ulang tahun Pak Atmadji! Malam itu Pak Atmadji berpenampilan beda, mengenakan T-shirt dan celana pendek, tidak lagi berjas lengkap dasi seperti saat kegiatan MIVP di Kuala Lumpur. Ia mengaku terkejut dengan pesta dadakan dari ISIS. "Saya biasanya lupa. Sebenarnya ulang tahun saya besok," jelas Pak Atmadji.
Setelah potong kue, acara semakin meriah. Gelak tawa berderai-derai. Apalagi ketika, Alexander Zulkarnain dari RCTI memperlihatkan koleksi fotonya hasil jepretan dari Marine Park. Seorang peserta MIVP menuturkan, di Marine Park, mereka menemukan banyak
'sumur'. Kisah 'sumur' rupanya menjadi salah satu rahasia yang semakin mengakrabkan para wartawan pria.
Siang tadi para pria peserta MIVP diajak berkunjung ke Marine Park. Sementara yang perempuan memilih ke Underwater World dan wisata belanja.Malam itu, jauh dari hiruk-pikuk Kuala Lumpur, jauh dari tekanan kerja yang ketat, wartawan dan peneliti ISIS Malaysia tertawa bersama. Malam itu, di hotel Andaman, yang dikelilingi hutan berumur lima puluh tahun dan pantai yang cantik, ketegangan RI dengan
Malaysia seolah lumer. Perbedaan hilang sudah. Tidak ada kebencian. Yang terbit justru rasa ingin selalu bersama, bersahabat dan berbahagia.
Semoga demikian pula hubungan RI-Malaysia!
(iy/bal)











































