Menjadikan Carla Bruni sebagai istri bukanlah hal yang mudah bagi Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy. Diberitakan dailymail, Sabtu (16/2/2008), Sarkozy memberi waktu 3 minggu kepada Burni untuk bersedia menjadi istrinya. Statusnya yang menduda sebagai seorang presiden kurang mendukung tugas kenegaraannya.
Menurut Cecilia, Sarkozy sempat bersusah hati berpisah dari Cecilia, mengingat dia harus berangkat ke Inggris sendirian. Sementara membawa kekasih barunya juga tidak mungkin. Rakyat Inggris sangat mengikuti status Sarkozy dengan Bruni. Menurut mereka, apa yang terjadi pada Sarkozy dan Bruni adalah hal yang memalukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Sarkozy harus mengalahkan kesedihannya setelah Cecilia memutuskan berpisah dan lebih memilih hidup dengan pria lain. Karena itulah, selain menjadi pendampingnya sebagai ibu negara, Bruni adalah wanita pelipur lara sakit hatinya setelah ditinggal Cecilia. (ana/sss)











































