Ya, mereka adalah pembantu rumah tangga yang melakukan aksi menggalang ketidakpuasan sesama pembantu di Jawa Tengah yang mengalami kekerasan. Tercatat 6 pembantu di Jawa Tengah mendapat perlakukan kasar majikan sepanjang tahun 2007.
Aksi diawali dari depan Masjid Baiturrahman, Kawasan Simpang Lima Semarang, Sabtu (16/2/2008). Mereka membawa spanduk yang bertuliskan "Hentikan Kekerasan terhadap PRT" dan sejumlah poster.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena digelar di pusat kota, lalu lintas di yang menuju Simpang Lima sempat tersendat. Namun aksi para PRT ini terbilang cukup simpatik. Mereka membagi-bagikan bunga mawar dan selebaran kepada pengendara yang melintas.
Dari Simpang Lima, PRT yang rata-rata berusia belasan tahun itu berjalan menuju RRI Semarang yang jaraknya sekitar 1 Km dari lokasi awal. Satu truk personel Dalmas Polwiltabes Semarang tampak mengawal aksi tersebut.
Survei ILO pada tahun 2003, PRT di Jateng berjumlah 399.159 orang. Mereka sangat rentan dieksploitasi dan mengalami kekerasan, terutama oleh majikannya.
"Dari laporan yang kami terima sebagian besar upah PRT tidak jelas. Pun halnya dengan jam kerjanya. Padahal mereka adalah tenaga kerja yang sah," kata Fatah Muria, penggerak aksi tersebut. (try/ana)










































