Kebakaran besar hingga 1500 hektar di Kota Dumai belum mampu ditaklukkan. Api bahkan makin mengganas dan melebar. Desa Pelitung yang berada di tengah hutan yang terbakar pun kembali menjadi korban. Setiap tahun mereka menjadi langganan terkepung api kebakaran hutan. Hanya bahu jalan berjarak 1 Km dari hutan yang memisahkan kebakaran tersebut dengan Desa Pelitung.
Lebih memilukan, api sudah menjilati bahu jalan yang menjadi jalan utama warga desa tersebut. Jika sudah begitu, menurut Wakil Walikota Dumai, Sunaryo, pasukan TNI yang berjaga akan menyiram api jika sampai masuk ke bahu jalan Desa Pelitung dengan pompa air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sunaryo menambahkan, kebakaran telah terjadi selama 4 hari. Menurut dia,Β titik api awalnya hanya berjumlah belasan hektar dan tidak menyebar.
"Entah mengapa api cepat menyebar dan berkobar, sehingga membakar lebih dari 1.000 hektar," ujar dia.
Sejak kebakaran hutan, kondisi udara di Kota Dumai sempat mengalami kabut tebal dan berdebu. Jarak pandang hanya berjarak berada di bawah normal yakni 500 meter, padahal pada kondis normal jarak pandang 3 km.
(ptr/ana)











































