Panglima TNI Tegaskan Tak Ada WNI Jadi Paramiliter Malaysia

Panglima TNI Tegaskan Tak Ada WNI Jadi Paramiliter Malaysia

- detikNews
Jumat, 15 Feb 2008 19:05 WIB
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menegaskan, tidak ada warga Indonesia di Malaysia menjadi paramiliter atau askar Wataniah. Untuk mencegahnya, TNI akan mengoptimalkan pos-pos penjagaan di perbatasan RI dan Malaysia.

"Laporan dari Pangdam Tanjungpura, sampai saat ini tidak ada WNI yang menjadi anggota Askar Wataniah," tegas Djoko Santoso usai mengikuti Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2008).

Ditambahkan Djoko, berdasarkan keterangan KSAD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo saat kunjungan kerjanya ke Malaysia, untuk menjadi Askar Wataniah itu syaratnya hanya untuk warga negara Malaysia saja. Jadi, ada kondisi-kondisi yang kontradiktif yang apabila ada WNI jadi anggota Askar Wataniah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi orang-orang Indonesia yang bekerja di sana, yang tidak punya dokumen resmi, di-sweeping, diperiksa dan dikembalikan. Nah, kalau ini ada WNI asli yang daftar sebagai Askar Wataniah, saya kira tidak ada bukti," jelasnya.

Ketika disinggung munculnya isu WNI jadi paramiliter dari data yang diberikan ke DPR, Djoko justru mempersilakan hal itu ditanya kembali ke DPR. Bagaimana cara DPR memperoleh data itu.

"Kalau paparan itu, mungkin itu baru diduga, karena kata-katanya tidak seperti itu," imbuhnya.

Guna mengantisipasi hal itu tidak terjadi, lanjut Djoko, pihaknya akan terus meng-upgrade penjagaan di wilayah perbatasan di Kalimantan. "Apakah posnya, kualitas personelnya, beserta dengan perlengkapannya," ujarnya.

Apa ada rencana penambahan personel TNI di perbatasan RI-Malaysia? "Memang kalau dilihat dari kondisi yang ada panjang perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kalimantan sekitar 2.004 kilometer, ya sebaiknya kita tambah lah," pungkasnya. (zal/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads