Redam Konflik, Jam Malam di Timor Leste Diperpanjang

Redam Konflik, Jam Malam di Timor Leste Diperpanjang

- detikNews
Jumat, 15 Feb 2008 18:04 WIB
Yogyakarta - Pasca penembakan terhadap Presiden Ramos Horta jam malam di Timor Leste diperpanjang. Hal ini dilakukan mengingat potensi munculnya konflik masih ada.

Hal itu dikatakan Wakil Menteri Ekonomi dan Pembangunan Timor Leste, Rui Manuel Hanjam usai bertemu Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc di kampus Universitas Gadjah Mada UGM) Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (15/2/2008)

"Ada permintaan dari Perdana Menteri Xanana Gusmao agar jam malam diperpanjang karena masih tingginya potensi konflik. Namun secara umum keadaan kembali normal," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hanjam, potensi konflik masih tinggi karena dan masih banyak anak buah
Mayor Alfredo yang melarikan diri ke hutan. Terlebih setelah pemakaman pimpinan pemberontak tersebut.

"Tapi kondisi Dili berangsur normal. Semua sudah baik dan semua anak-anak juga sudah
sekolah seperti biasa," kata alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM tahun 1990 ini.

Mengenai kesehatan Horta, Hanjam mengatakan, kondisi orang nomor 1 di Timor Leste itu semakin membaik. Kabar terakhir yang diterimanya, Horta sudah dapat berbicara dengan
lancar dan tinggal menunggu opersi kecil di kulit bekas lukanya.

"Memang masih harus operasi kecil untuk menutup lukanya. Tetapi secara umum kondisinya sudah membaik," ungkap Hanjam. (bgs/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads