"Kenaikan sebesar Rp 473 akan kita tunda, itu jalan keluarnya," kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Ritola Tasmya, Di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2008).
Ritola menjelaskan, anggaran yang dipangkas antara lain untuk anggaran perkuatan kelurahan. Anggaran ini dihilangkan Rp 600 miliar dari Rp 1,6 triliun per tahun. Selanjutnya anggaran perkuatan kecamatan yang semula Rp 4 miliar dikurangi sebanyak Rp 1 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi secara terpisah, Ketua Forum Warga Jakarta Azaz Tigor Nainggolan mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan DPRD tersebut. Menurut Azas Tigor, penguatan kelurahan dan kecamatan adalah hal yang mendesak dilakukan. Dia menilai, keputusan tersebut lebih didominasi kepentingan politik para anggota dewan.
"Kami mengecam dan mengutuk tindakan DPRD yang memangkas anggaran strategis publik. Kami mengajak warga menghukum secara politis agar tidak memilih lagi anggota dewan yang seperti ini," ujar Azas Tigor. (ptr/djo)











































