"Saya memeriksa gedung ini karena kehadiran gedung ini menonjol. Gedung ini sering mendapat kritik karena merusak lingkungan. Sekarang lagi musim banjir, kita akan lihat bagaimana mereka mengelola rembesan air. Itu bagian yang terpenting dari air," ujar Rahmat.
Rahmat mengatakan itu di sela-sela sidak di basement Grand Indonesia, Jl Kebon Kacang, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah melihat resapan dan memeriksa limbah air. Gedung ini sudah bagus. Terbukti 17 sumur resapan sudah OK. Banjir besar kemarin tidak memberikan genangan air. Yang menjadi masalah pengolahan sampah padat," kata Rachmat.
Pihak Grand Indonesia, lanjut Rachmat, berjanji dalam tiga bulan sampah padat akan terolah. "Fasilitas bangunan sudah ada. Janjinya satu bulan alat-alat pengolahan sampah sudah datang. Dua bulan sudah terpasang dan tiga bulan sudah bisa berjalan," beber Rahmat yang berbatik coklat.
Selain Grand Indonesia, menurut Rachmat, semua gedung di Jakarta akan disidak.
Konsultan drainase Grand Indonesia Nyoman Darmawati menyatakan, Grand Indonesia sudah membangun sumur resapan 40x7 meter kubik dan saluran drainase 3,2 kilometer untuk menampung 1 juta meter kubik air.
"Pembuangan itu tidak langsung, tapi melalui pintu air. Lalu dialirkan ke Kali Cideng di Jakarta Barat. Jadi tidak akan buat genangan," jelas Nyoman.
(nik/nrl)











































