Kebakaran ini sudah berlangsung sekitar dua hari belakangan ini. Sebelumnya hanya hitungan puluhah hektar. Namun belakangan kondisi api sangat susah dipadamkan karena lahan hutan yang terbakar merupakan kawasan hutan gambut. Sehingga kobaran api berada di bawah permukaan tanah.
"Luas areal yang terbakar diperkirakan lebih dari 1000 hektar, yang tersebar di berbagai titik di antaranya di daerah Selinsing Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Pada umumnya lahan terbakar pada lahan gambut yang sangat sulit untuk dipadamkan karena begitu luasnya lahan gambut yang terbakar," kata Ketua Satkorlak Penanggulangan Bencana Kota Dumai, Sunaryo dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (15/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hebatnya kebakaran yang saat ini terjadi, memaksa pihak Pemkot Dumai meminta bantuan pemadam kebakaran dari PT Arara Abadi (AA). Saat ini tim pemadam kebakaran Kota Dumai dan PT AA tengah berupaya untuk memadamkan kobaran api.
Pihak perusahaaan anak Indah Kita Pulp and Paper (IKPP) menerjunkan dua heli dengan bantuan pemadam 100 orang. Kedua heli milik PT AA ini akan difungsikan untuk membuat water bom.
"Saat ini kedua heli kita masih melakukan pemantau lokasi kebakaran dari udara. Dari hasil pantauam udara, nantinya tim akan membuat bom air yang diharapkan dapat memadamkan kobaran api di lahan gambut itu," terang Public Relations Manager PT AA Nurul Huda kepada detikcom.
Menurut Nurul, kebakaran yang terjadi saat ini, selain telah mengancam rumah penduduk, juga akan mengancam areal konsesi kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT AA.
"Saat ini areal HTI kita sudah terancam terbakar akibat cepat menjalarnya api dikarenakan lahan tersebut lahan gambut yang mudah terbaka. Kuatnya hembusan angin karena berdekatan dengan laut, merupakan ancaman semakin meluasnya sebaran api," kata Nurul. (cha/djo)










































