Tanpa berkata sepatah kata pun, penembak yang identitasnya belum diketahui itu mengarahkan senjatanya ke para mahasiswa.
"Dia diam saja. Dia cuma berdiri di depan orang-orang dan mulai menembak," kata saksi mata bernama Sheila kepada radio lokal, WBBM seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (15/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksi mata lainnya, Desiree Smith mengungkapkan, suasana saat itu benar-benar mengerikan. "Saya terus berpikir, Ya, Tuhan, dia akan menembak saya. Ya, Tuhan, saya mati. Saya mati," ujar wanita yang langsung tiarap dan merangkak ke luar ruangan. Saat kejadian, dia duduk di bagian belakang auditorium.
"Orang-orang merangkak, tumpang tindih. Begitu saya mendekati pintu, saya bangun dan langsung lari," kata Smith yang merasa mujur bisa selamat dari insiden maut itu.
Lokasi kejadian adalah auditorium Cole Hall yang memiliki 200 tempat duduk. Menurut pejabat kampus, ada 162 mahasiswa yang terdaftar mengikuti kelas tersebut namun belum diketahui berapa banyak yang berada di sana saat itu.
Kepolisian setempat hingga kini belum membeberkan identitas pelaku maupun para korban tewas. Motif penembakan brutal itu juga belum diketahui. (ita/sss)










































